tiba-tiba hati ini ingin menjerit,
lukisan dan lakaran yang berhayun mengolah satu kata,
seni bicara dan medan rata itu mula bergaduh,
mereka merobek rasa sekilas senyuman,
mudah rasa bobrok dan pujangga,
menglolaikan lagi si buta yang mencari cahaya.
lalu si bisu itu berkata,
kata yang tidak akan pernah aku fahami,
dimana penghujungku untuk mengkolatiskan kata?
nian itu si buta duduk di hujung imejan indah,
tanpa mengetahui apa yang bisa ada di sekelilingnya,
namun si buta itu terus menari,
menari kan tinta rata itu menjadi lukisan,
lukisan yang monolog tanpa wajah.
perdana semarak api itu makin kelam,
baling lah bongkah kayu itu!!!
baling kedalam api!!!
tapi!!!!!!
pappppppppppppppppppp!!!!!
sentapan manipulasi yang merobek oligopoli bicara,
sentapan yang menghentikan paradigma itu bergerak,
mereka sang kurang rakus mencari erti,
kau sang ada yang goyah dan malu untuk berjuang,
mungkin itu satu lagi tarian,
cuba lah. cuba lah untuk kau tatapi detik definisi itu,
definisi yang engkau sendiri cipta,
kejar dan kejarlah...
TINTA RATA ITU AKAN SENTIASA MENEMANMU
No comments:
Post a Comment